Jembatan Mentawai Ambruk, 4 Desa di Rokan Terisolir


ROHULTODAY (RT)- Jembatan Sungai Mentawai di Desa Cipang Kanan, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, ambruk diterjang arus sungai, pada Bulan April 2014 lalu, bahkan pada Tanggal 16 November 2014 lalu, hujan lebat melanda wilayah Rokan Hulu, hingga jembatan tersebut hanyut digerus air.

Dampaknya, warga masyarakat Rokan IV Koto Irsyadul Halim mengatakan, sejak amburuknya jembatan Sungai Mentawai Tujuh bulan lalu, akhirnya 4 desa di Rokan IV Koto terisolasi yaitu, Desa Cipang Kiri Hilir, Cipang Kiri Hulu, Cipang Kanan dan  Tibawan.

Katanya, dampak ambruknya jembatan yang merupakan satu-satunya akses ke ibu kota Kecamatan Rokan IV Koto ini membuat ekonomi masyarakat menjadi lumpuh, kemudian harga bahan pokok melambung tinggi, karena ongkos transportasi menjadi dua kali lipat baik itu harga beras, sayur-sayuran, gula, cabe dan bahan pokok lainnya.

“ Saat ini akses itu malah tidak bisa dilewati, selain jembatannya sudah hanyut, medan jalan menuju ke empat desa ini juga sangat payah dan susah dilewati, termasuk roda dua, sedangkan roda empat terpusutus total,” ujar Irsyadul, Jumat (28/11/2014).

Di tempat berbeda, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Rokan Hulu, Aceng Herdiana mengaku, dampaknya terputusnya jembatan Mentawai tersebut membuat empat desa tersebut, hingga saat ini masih terisolir. Kemungkinan satu pekan lagi baru siap pembangunan jembatan pelayangan di sana.

“ Kita sudah usahakan semaksimal mungkin, namun karena kita punya keterbatasan, kemudian kita sudah berusaha membawa perahu boat ke sana, tapi tidak bisa, karena aksesnya sangat sulit dan jalan tak bisa dilewati, apalagi kondisinya mendaki dan berpasir, banyak jalan mengalami kerusakan, akibat tergerus air,” ungkap Aceng Heridana.

Aceng sendiri membenarkan kalau pihaknya belum ada memberikan bantuan ke empat desa tersebut, baik berupa sembako, makanan dan lainnya, karena mereka bukan direndam banjir, tapi karena terputusnya akses ke sana, sehingga masyarakat kesulitan.

Di waktu yang berbeda, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Rokan Hulu Muhammad Rivai, menjelaskan kalau pihak sudah turun kelapangan untuk memantau suasana di sana, tapi karena itu wilayah kerja Dinas PU Provinsi Riau, Pemkab Rokan Hulu tidak bisa berbuat banyak.

Cuma Muhammad Rivai menyarankan, seharusnya pihak BPBD baik Rokan Hulu maupun Provinsi Riau supaya memperhatikan itu, karena mereka memiliki tugas dan fungsi pra bencana, pasca bencana, rekontruksi dan lainnya.

Saat ditanya, sebahagian masyarakat sudah mengancam supaya mereka tidak lagi masuk wilayah Rokan Hulu, karena selama ini tidak ada perhatian pemerintah jika masuk wilayah Provinsi Riau, masyarakat memilih lebih baik masuk ke wilayah Provinsi Sumbar, Muhammad Rivai menjawab  “Kalau kita yang mengucurkan anggaran kesana dikhawatirkan nanti akan menyalahi hukum, itu kan status Jalan Lintas Provinsi (Jalinprov) Riau,” tegas Kadis BMP Rokan Hulu.

Kemudian salah seorang warga Desa Cipang Kiri mengaku namanya Adeh, masyarakat sebenarnya sudah sangat geram, jika memang pemerintah Rokan Hulu dan Pemprov Riau tidak peduli lagi dengan nasib masyarakat empat desa, lebih relakan saja, supaya masuk Provinsi Sumatera Barat.

Sumber :http://rohultoday.com